Raudatul Jannah – 21 sifat manusia dalam Alquran menjadi gambaran nyata tentang karakter dasar manusia menurut pandangan Allah SWT. Alquran menjelaskan sifat-sifat ini sebagai peringatan sekaligus bahan introspeksi agar manusia tidak terjerumus pada perilaku yang dibenci Allah.
Manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk terbaik dan telah dihiasi potensi kebaikan. Namun, Alquran menegaskan bahwa kelemahan diri dan godaan dari luar sering membuat manusia mengikuti hawa nafsu. Dari sinilah muncul sifat-sifat negatif yang berulang kali disebutkan dalam Alquran.
- Sifat manusia berlebih-lebihan ditegaskan dalam QS Yunus ayat 12 dan QS Al-Alaq ayat 6. Manusia sering berdoa saat tertimpa bahaya, tetapi kembali melampaui batas setelah kesulitan diangkat. Sikap ini menunjukkan ketidakstabilan iman.
- Sifat pelupa disebutkan dalam QS Az-Zumar ayat 8. Manusia mudah lupa pada pertolongan Allah setelah memperoleh nikmat. Bahkan, ada yang kembali melakukan kesyirikan setelah doanya dikabulkan.
- Sifat berkeluh kesah dijelaskan dalam QS Al-Ma’arij ayat 20. Saat tertimpa kesusahan, manusia cenderung mengeluh dan kehilangan kesabaran.
- Sifat kikir diungkap dalam QS Al-Isra ayat 100. Manusia takut hartanya berkurang, bahkan jika ia menguasai perbendaharaan rahmat Allah sekalipun.
- Sifat kufur nikmat disebutkan dalam QS Az-Zukhruf ayat 15. Manusia sering mengingkari nikmat Allah meski hidup dalam limpahan karunia-Nya.
- Sifat zalim dan bodoh dijelaskan dalam QS Al-Ahzab ayat 72. Manusia berani memikul amanat besar yang ditolak langit dan bumi, namun sering mengkhianatinya karena kebodohan dan kezalimannya.
- Sifat menuruti prasangka terdapat dalam QS Yunus ayat 36. Prasangka tidak membawa pada kebenaran, tetapi tetap dijadikan pegangan oleh kebanyakan manusia.
- Sifat berangan-angan kosong dijelaskan dalam QS Al-Hadid ayat 72. Manusia sering tertipu oleh harapan palsu hingga melupakan kebenaran dan ajal.
- Sifat lemah ditegaskan dalam QS An-Nisa ayat 28. Allah menciptakan manusia dengan kelemahan dan memberi keringanan atas keterbatasannya.
- Sifat mudah terperdaya disebutkan dalam QS Al-Infithar ayat 6. Manusia sering tertipu oleh dunia hingga berani durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
- Sifat tidak bersyukur terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 243. Meski Allah melimpahkan karunia, kebanyakan manusia tetap tidak bersyukur.
- Sifat tidak mengetahui ditegaskan dalam QS Al-A’raf ayat 187. Kebodohan manusia membuatnya lalai terhadap kebenaran.
- Sifat lalai dijelaskan dalam QS At-Takatsur ayat 1. Kesibukan mengejar dunia melalaikan manusia dari akhirat.
- Sifat tidak beriman disebutkan dalam QS Hud ayat 17. Alquran menegaskan bahwa kebanyakan manusia tetap memilih tidak beriman.
- Sifat ingkar terdapat dalam QS An-Nahl ayat 83. Manusia mengetahui nikmat Allah, namun tetap mengingkarinya.
- Sifat penakut tercermin dalam QS Al-Baqarah ayat 155. Ketakutan menjadi bagian dari ujian hidup manusia.
- Sifat bersedih hati disebutkan dalam QS Al-Baqarah ayat 62. Kesedihan adalah sifat manusia, namun iman dan amal saleh menjadi penenangnya.
- Sifat tergesa-gesa dijelaskan dalam QS Al-Isra ayat 11. Manusia sering berdoa untuk keburukan karena sifat tergesa-gesanya.
- Sifat suka membantah terdapat dalam QS An-Nahl ayat 4. Manusia mudah membantah meski berasal dari asal penciptaan yang lemah.
- Sifat fasik disebutkan dalam QS Ali Imran ayat 110. Kebanyakan manusia keluar dari ketaatan meski kebenaran telah jelas.
- Sifat berpaling dari kebenaran ditegaskan dalam QS Al-Anbiya ayat 24. Karena tidak mengetahui hakikat kebenaran, manusia memilih berpaling.
21 sifat manusia dalam Alquran ini bukan untuk merendahkan manusia, tetapi sebagai peringatan keras agar manusia memperbaiki diri. Alquran mengajak manusia mengenali kelemahannya agar mampu menjadi pribadi yang dicintai Allah SWT.