Kisah Ustadz Maimun: Bertahan Hidup 3 Hari di Plafon Saat Banjir di Aceh Tamiang

Share This Post

Raudatul Jannah – Banjir Aceh Tamiang menyisakan kisah pilu dari Desa Banai, Kecamatan Karang Baru. Ustadz Maimun, imam masjid setempat, bertahan hidup selama tiga hari tiga malam tanpa makan dan minum. Ia bersembunyi di atas plafon rumahnya saat banjir bandang datang mendadak dan merendam permukiman.

Banjir datang tanpa peringatan. Air naik cepat dan menghantam rumah warga. Dalam kondisi panik, Ustadz Maimun menjebol plafon rumahnya. Ia naik ke atas demi menyelamatkan diri. Di bawahnya, air deras membawa lumpur dan puing.

Selama tiga hari, Ustadz Maimun bertahan dalam sunyi. Ia menunggu air surut dan pertolongan datang. Tidak ada makanan. Tidak ada minuman. Hanya doa dan harapan untuk hidup.

Kisah Maimun terungkap saat proses pemulihan pascabanjir Aceh Tamiang dilakukan relawan. Tim Siaga Bencana DPW Hidayatullah Aceh bersama Baitul Maal Hidayatullah menjalankan aksi kemanusiaan secara bertahap. Kegiatan ini fokus pada pemulihan sosial dan lingkungan.

Pada Ahad, 8 Rajab 1447 atau 28 Desember 2025, tim gabungan melanjutkan kerja bakti di Desa Banai. Sebelumnya, relawan membersihkan fasilitas pendidikan. Kali ini, rumah warga menjadi sasaran utama.

Rumah Maimun ikut dibersihkan. Bangunannya masih berdiri. Di kiri dan kanan, rumah warga hancur dan hanyut. Yang tersisa hanya pondasi. Lumpur tebal menutup lantai dan perabot. Jejak banjir bandang tampak jelas.

Ketua DPW Hidayatullah Aceh, Harun Rasyid, memimpin langsung kegiatan. Ia menyebut gotong royong ini sebagai tanggung jawab kemanusiaan. Aksi ini ditujukan untuk memulihkan warga pascabanjir dan longsor yang melanda Sumatera, termasuk Aceh.

Data geoportal bencana BNPB mencatat Aceh Tamiang sebagai daerah dengan dampak berat. Aceh Utara berada pada kategori tertinggi. Kondisi ini dipengaruhi curah hujan ekstrem dan banyaknya sungai besar, termasuk Sungai Tamiang.

Aceh Tamiang berada di wilayah paling timur Provinsi Aceh dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. Daerah ini dikenal sebagai gerbang timur Aceh. Potensi minyak, gas, dan sawit besar. Risiko banjir juga tinggi karena kondisi geografis.

Relawan tidak hanya membersihkan rumah warga. Masjid menjadi perhatian utama. Lantai masjid dibersihkan dari lumpur. Sajadah yang terendam dicuci meski sebagian rusak. Upaya ini dilakukan agar masjid kembali difungsikan sebagai pusat ibadah.

Harun Rasyid menjelaskan, rumah Maimun utuh di tengah kehancuran. Kondisi itulah yang memaksanya bertahan di plafon. Ia menunggu air surut dalam keterbatasan ekstrem. Kisah ini menjadi simbol ketabahan penyintas banjir Aceh Tamiang.

Menurut Harun, kehadiran relawan memberi penguatan moral. Bantuan tidak hanya soal fisik. Nilai keislaman hadir lewat kepedulian. Nilai kebangsaan tampak dalam gotong royong lintas elemen.

Program recovery dirancang berkelanjutan. Pelaksanaannya menyesuaikan logistik dan dukungan publik. Sinergi lembaga kemanusiaan, komunitas lokal, dan donatur menjadi kunci.

Harun mengapresiasi dukungan Laznas BMH. Dukungan ini memperkuat jangkauan bantuan dan membuat pemulihan lebih terstruktur.

Di tengah ketidakpastian, relawan membuka ruang empati. Kerja bersama membersihkan lumpur menghidupkan kembali rasa kebersamaan. Dari sana, harapan tumbuh perlahan.

“Harapan bangkit hadir melalui kesabaran, doa, dan solidaritas,” ujar Harun.

Ia mengajak masyarakat mendoakan agar ikhtiar ini terus berjalan. Setiap langkah kecil diharapkan memperkuat ketahanan sosial warga pascabencana.

Kisah Dahsyat Masa Kecil Nabi Muhammad SAW yang Mengubah Sejarah Dunia

Raudatul Jannah - Kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW...

Hafidz Al Quran: Penjaga Kalam Suci Sepanjang Zaman

Raudatul Jannah - Hafidz Al Quran menjadi sebutan bagi...

Ikhlas Tanpa Pamrih, Kunci Ibadah Diterima Allah

Raudatul Jannah - Ikhlas adalah inti dari setiap ibadah...

Makanan Halal dan Thoyyib: Jalan Sunyi Menuju Tubuh Sehat dan Jiwa Tenang

Raudatul Jannah - Makanan halal dan thoyyib bukan sekadar...

Jurus Ampuh Tenangkan Jiwa di Tengah Hidup Penuh Tekanan Menurut Al Qur’an

Raudatul Jannah - Ketenangan jiwa menurut Al-Quran menjadi kebutuhan...

Santri Penjaga Moral Bangsa di Era Digital

Raudatul Jannah - Santri penjaga moral bangsa memegang peran...

Kisah Dahsyat Masa Kecil Nabi Muhammad SAW yang Mengubah Sejarah Dunia

Raudatul Jannah - Kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW...

Hafidz Al Quran: Penjaga Kalam Suci Sepanjang Zaman

Raudatul Jannah - Hafidz Al Quran menjadi sebutan bagi...

Ikhlas Tanpa Pamrih, Kunci Ibadah Diterima Allah

Raudatul Jannah - Ikhlas adalah inti dari setiap ibadah...

Makanan Halal dan Thoyyib: Jalan Sunyi Menuju Tubuh Sehat dan Jiwa Tenang

Raudatul Jannah - Makanan halal dan thoyyib bukan sekadar...